SMP IT Amal Insani Jepara

Home » tausiyah » bercanda jangan sembarangan

bercanda jangan sembarangan

Advertisements

Selamat Datang Di Blog SMP IT Amal Insani

Sekolah menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Amal Insani Jepara Bapangan RT 02 RW 01 Kec.Jepara Kab. Jepara Email : smpitamalinsani@gmail.com

Recent Comments

Bahasa Angsa «… on Bahasa Angsa

RSS http://www.kompas.com/getrss/sains

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Islamedia – Salah satu yang paling sering dianggap remeh, disepelekan, atau tidak perlu dibawa serius adalah guyonan. “Namanya juga becanda. Why so serious?” begitu pesan orang-orang kalau sedang becanda.

Iya memang, yang namanya becanda tentu bukan hal serius yang harus dimasukkan hati. Tapi tak semua hal bisa dijadikan bahan becandaan. Karena tidak semua manusia bisa menerima suatu becandaan. Ada manusia yang cool banget, cuek bebek dengan becandaan yang menyinggung dirinya. Tapi ada juga manusia yang sensitif banget yang gampang tersinggung walaupun becandaannya sekedarnya saja. Becanda juga punya batas-batasnya.

Selain mempertimbangkan perasaan orang, becandaan juga harus mempertimbangkan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Apa pantas sebuah musibah dijadikan becandaan? Apa pantas isi becandaan itu mengejek suku dan ras? Apa pantas becandaan mengejek orang tua? Dan juga, Islam punya rambu-rambu dalam becanda, salah satunya tidak boleh menjadikan syiar Islam sebagai bahan becandaan. Ringkasnya, agama jangan dijadiin becandaan.

Larangan itu ada pada surat At-Taubah 64-65. Surat itu bercerita tentang orang-orang munafik yang membawa-bawa syiar Islam dalam gurauan. Bahkan mereka berniat mengejek umat Islam dengan candaan itu. Lalu Allah tegur orang-orang munafik itu dengan keras. Ayatnya berbunyi seperti berikut:

“Orang-orang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolokolok?”” (QS 9:64-65)

Begitulah, salah satu watak orang munafik adalah becanda mempermainkan syiar-syiar Islam. Mudah-mudahan kita tidak seperti itu.

Dan yang banyak terjadi belakangan adalah becandaan dengan mempermainkan kalimat-kalimat thoyibah. Ada banyak kata-kata baik yang dijadikan dzikir mengingat Allah, seperti astaghfirullah, masya Allah, bahkan menyebut “Ya Allah” pun termasuk dzikir. Namun itu semua dipermainkan dengan sebutan “ya owoh”, “ya olo”, “astapiluloh”, “masya tuhan”, dll. Na’udzubillahi min dzalik.

Terkesan remeh, tapi sudah memenuhi salah satu kriteria dari orang munafik. Bagi muslim yang mendengar kata-kata ini, apakah tidak terbakar emosi karena nama Tuhannya dipermainkan? Sedangkan bila nama kita sendiri atau nama orang tua kita sendiri jadi bahan olok-olokan saja kita tersinggung. Apalagi dengan muslim yang bercanda dengan candaan seperti ini. Mengapa begitu enteng dia menggunakan nama Tuhan sebagai olok-olok padahal dia percaya bahwa Allah lah yang menciptakan dan memberinya nikmat?

Sebenarnya tiap kita diberi kepekaan naluri. Dengan kepekaan naluri itu kita bisa menakar yang baik dan buruk. Termasuk dalam becandaan, dengan hati kita bisa memperkirakan mana yang boleh dijadikan bahan canda dan mana yang keterlaluan. Hal ini tidak berlaku bagi orang munafik yang hatinya telah ditutup mati oleh Alla swt. Wajar saja, becandaannya tidak terkontrol. Nama Allah pun dan kata-kata yang baik sebagai dzikir pun dijadikan mainan. Na’udzubillah, semoga kita tidak seperti itu.

Di zaman Rasulullah, ada kisah orang Yahudi yang mengolok-olok syiar Islam. Kisah itu tercantum dalam Al-Qur’an di surat Al-Baqarah ayat 104. Allah berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): “Raa’ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.” (QS 2:104)

Ceritanya, orang-orang beriman biasa memanggil Rasulullah dengan “Raa’ina” yang artinya “perhatikanlah kami.” Panggilan ini terdengar oleh orang-orang Yahudi yang kemudian mempelintir kata itu dengan sebutan “Ru’uunah.” Arti dari ru’uunah sendiri adalah kebodohan yang sangat. Hal itu ditujukan sebagai ejekan kepada Rasulullah saw. Akhirnya Allah swt menurunkan ayat ini dan menyuruh orang beriman mengganti panggilan kepada Rasulullah dengan “Unzhurnaa” yang artinya sama, “perhatikanlah kami.”

Nah rekan muda, itulah ciri permusuhan kepada Islam, yaitu dengan memelintir kalimat-kalimat syiar Islam. Kalau menemukan orang yang mempermainkan syiar Islam, sebaiknya tegur saja. Peringatkan padanya bahwa hal itu sangat tidak pantas dijadikan becandaan. Tegas yuk!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

May 2013
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS Berita – Eramuslim

  • [Video] Pernyataan Resmi Habib Rizieq Terkait Kepulangannya 21 Februari Mendatang
    Eramuslim – Imam Besar Umat Islam Habib Rizieq Syihab yang saat ini ‘hijrah’ sementara di Arab Saudi dikabarkan akan pulang ke Tanah Air pada 21 Februari 2018 mendatang. Banyak simpang siur yang beredar terkait kepulangan Habib Rizieq, bahkan beredar foto tiket pesawat atas nama Habib Rizieq dari Jeddah ke Jakarta. Terkait simpang siur itu, berikut […] […]
  • Belum Move on, Panitia Piala Presiden Larang Gubernur Anies Ikut Serahkan Trofi ke Persija
    Eramuslim – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucapkan selamat atas kemenangan Persija atas Bali United FC dengan skor 3-0 pada pertandingan final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2) malam. Anies memilih membaur dengan bertemu para pemain Persija dan suporter beberapa saat setelah pertandingan usai. “Namanya last minute dicoret dan ditahan Paspampres,” ka […]
  • Amien Rais dan Alumni 212 Gelar Subuh Berjamaah di Solo, Terkait Pilkada?
    Eramuslim.com -Mantan Ketua MPR RI Amien Rais dan sejumlah tokoh alumni 212 akan menghadiri Gerakan Indonesia Salat Subuh (GISS) di Masjid Kalitan dan diteruskan tabligh akbar di lapangan Kottabarat Solo, Minggu (18/2) pagi. Usai salat Subuh di masjid milik keluarga Presiden ke-2 Soeharto, peserta akan berjalan kaki menuju lapangan Kottabarat yang berjarak s […]

RSS http://www.dakwatuna.com/category/tsaqafah-islamiyah/feed/

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS http://muslim.or.id/feed

  • Klasifikasi Kitab Tafsir Al Qur’an (Bag. 1) February 18, 2018
    Sebelum penyusun sampaikan tentang “Klasfikasi kitab-kitab Tafsir Alquran”, maka akan kami jelaskan terklebih dahulu perkara yang menjadi istilah pokok pembahasan, yaitu: pengertian tafsir dan hukum mempelajarinya.
    Sa'id Abu Ukkasyah
  • Karena Cinta, Aku Rindu Ingin Melihat Wajah-Mu (Bag. 3) February 17, 2018
    Baca pembahasan sebelumnya Karena Cinta, Aku Rindu Ingin Melihat Wajah-Mu (Bag. 2) Kerinduan Melihat Wajah-Mu Lihatlah mereka yang memiliki cinta palsu kepada sang idola. Pecinta (maniak) sepak bola akan rindu, sangat ingin bertemu dan melihat langsung pesebak bola dunia yang selama ini hanya bisa dia saksikan di layar kaca. Lihatlah mereka yang memiliki cin […]
    Muhammad Saifudin Hakim
  • Kapan Terjadi Syirik Cinta? February 16, 2018
    Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa syirik adalah larangan terbesar dalam Islam. Kesyirikan adalah menyekutukan Allah dalam hak-hak khusus bagi Allah. Berikut kami sebutkan beberapa bahaya 1. Pelaku Kesyirikan diancam masuk neraka dan diharamkan masuk surga. (lihat QS. Al Maidah: 72). 2. Pelaku kesyirikan seluruh amalannya bisa terhapus tanpa tersisa s […]
    dr. Raehanul Bahraen
%d bloggers like this: