SMP IT Amal Insani Jepara

Home » tausiyah » Kekuatan Do’a

Kekuatan Do’a

Selamat Datang Di Blog SMP IT Amal Insani

Sekolah menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Amal Insani Jepara Bapangan RT 02 RW 01 Kec.Jepara Kab. Jepara Email : smpitamalinsani@gmail.com

Recent Comments

Bahasa Angsa «… on Bahasa Angsa

RSS http://www.kompas.com/getrss/sains

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Dalam kitab Fiqhus Sirah karya Syekh Muhammad al-Ghazali, Imam Muslim meriwayatkan bahwa sewaktu Perang Badar, Rasulullah SAW berdoa di dalam kemah. Rasulullah berdoa dengan penuh khusyuk dan merendah diri seraya menengadahkan kedua telapak tangannya ke langit memohon supaya diberi kekuatan untuk mengalahkan musuh.

Di antara doa yang beliau ucapkan adalah: ”Ya Allah, kalau pasukan kaum Muslimin ini sampai binasa, maka Engkau tidak akan disembah lagi oleh manusia di muka bumi ini.” Kemudian beliau memperkeras suaranya, ”Ya Allah, tunaikanlah janji yang telah Engkau berikan kepadaku, ya Allah pertolongan-Mu ya Allah!”

Beliau mengangkat kedua belah tangannya sedemikian tinggi hingga burdahnya jatuh dari pundaknya tanpa disadarinya, sehingga Abu Bakar menyampirkan kembali burdah itu di atas pundak beliau seraya berkata dengan perasaan haru, ”Ya Rasulallah, kurangilah kesedihan Anda dalam berdoa kepada Allah! Allah pasti akan memenuhi janji yang telah diberikan kepada Anda!”

Di tengah begitu banyaknya musibah dan bencana yang menerpa dan mendera bangsa Indonesia saat ini, baik itu berupa krisis ekonomi, politik, hukum, dan moral, serta bencana alam berupa banjir, kebakaran hutan, kemarau panjang, pertumpahan darah di banyak wilayah negeri ini, serta musibah-musibah lainnya, kisah di atas selayaknya dapat memberikan pelajaran kepada kita.

Doa itu senjata dan kekuatan orang beriman (HR Al-Hakim dari Ali bin Abi Thalib). Ibnu Qayyim mengatakan, ”Jika perisai doamu lebih kuat dari musibah maka ini akan menolaknya, tetapi jika musibah lebih kuat dari perisai doamu, maka ia akan menimpamu, namun doa itu sedikitnya tetap akan mengurangi efeknya. Dan jika perisai doamu seimbang dengan kekuatan musibah, maka keduanya akan bertarung.”

Tak ada gunanya waspada menghadapi takdir, namun doa bermanfaat menghadapi takdir sebelum dan sesudah ia turun dan sesungguhnya ketika musibah itu ditakdirkan turun dari langit maka ia akan segera disambut oleh doa di bumi lalu keduanya bertarung sampai hari kiamat (HR Ahmad, al-Hakim dan Thabarani).

Begitulah kekuatan doa, ketika segala daya dan upaya telah kita lakukan untuk mengatasi berbagai macam persoalan kehidupan, maka sudah selayaknya kita tetap berdoa kepada Allah SWT. Ketika seorang sahabat Rasulullah selalu langsung meninggalkan masjid setelah selesai shalat tanpa berdoa, Nabi pun menegurnya dengan pertanyaan, ”Apakah kamu sama sekali tidak mempunyai kebutuhan kepada Allah?” Sahabat itu pun terperanjat dan mulai memahami arti doa, maka setelah itu ia pun rajin berdoa kepada Allah. ”Bahkan,” katanya di kemudian hari, ”garam pun kuminta kepada Allah SWT.”

Nah, marilah kita berdoa, sebagaimana yang diperintahkan di dalam firman-Nya, ”Dan Tuhanmu berkata, ‘berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kupenuhi permintaanmu’.” (QS Al Ghafir ayat 60)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

April 2013
M T W T F S S
    May »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

RSS Berita – Eramuslim

  • Tuntunan Rasulullah SAW di Hari Raya Iedul Fitri
    Eramuslim.com – SETIAP 1 Syawal kita berhari raya Idul Fitri. Hari raya ini merupakan rahmat Allah yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Disebut Id karena pada hari itu Allah memberikan berbagai macam kebaikan kepada kita sebagai hamba-Nya. Di antara kebaikan itu adalah berbuka setelah larangan makan dan minum selama bulan su […]
  • Inilah Ucapan Selamat Hari Raya Iedul Fitri Sesuai Rasul SAW
    Eramuslim.com – Kitab Tanwirul Ainain Bi Ahkamil Adzahi Wal Iedain karangan Syeikh Abul Hasan Mushthafa bin Ismail As Sulaimani hafidzahullah, memuat pernyataan beliau, yang berkata: Ibnu At-Turkimani telah menyebutkan dalam kitabnya Al-Jauhar An-Naqiy Hasyiah Al-Baihaqi (3/320-321), beliau berkata : Aku berkata : dan dalam bab ini yakni ucapan selamat hari […]
  • Pesan Ketua MUI Kepada Para Khatib Iedul Fitri
    Eramuslim.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, mengimbau agar khatib-khatib yang bertugas mampu senantiasa mengajak umat kepada kebaikan. Ia mengingatkan, khatib jangan menimbulkan kenecian apalagi kegaduhan. “Khatib harus mengajak kebaikan, jangan menimbulkan kegaduhan jangan menimbulkan kebencian,” kata Ma’ruf yang ditemui usai s […]

RSS http://www.dakwatuna.com/category/tsaqafah-islamiyah/feed/

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS http://muslim.or.id/feed

  • Berpuasa Enam Hari di Bulan Syawwal (01) June 24, 2017
    “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seolah-olah berpuasa selama setahun.” (HR. Muslim no. 204)
    Muhammad Saifudin Hakim
  • Fenomena Puasa dan Merokok June 23, 2017
    Ada beberapa kasus dari mereka yang kecanduan merokok, mereka tidak tahan tidak merokok sehingga ketika sahur yang paling terakhir adalah merokok dan ketika berbuka yang paling awal adalah merokok.
    dr. Raehanul Bahraen
  • Sunnah Melakukan Safar Malam hari June 23, 2017
    Salah satu sunnah dalam safar yang dianjurkan oleh syariat dan bisa meringankan kesusahan safar adalah melakukan safar di malam hari
    dr. Raehanul Bahraen
%d bloggers like this: